Dalam Sejarah Kota Makassar terdapat kontinuitas yang berlangsung sepanjang zaman Belanda hingga abad ke-20 yang mencerminkan pola-pola dari zaman Gowa-Tallo. Hal ini tetap terjadi meskipun ada 300 tahun kekuasaan asing, dan meskipun ada banyak usaha dramatis VOC untuk memotong pelabuhan ini dari peranan dan hubungan tradisionalnya.
Buku ini mengungkapkan berbagai aspek pelayaran dan perdagangan, identitas sosial dan politik serta gender dan komunitas lokal dalam sejarah sulawesi selatan dimana kota Makassar menjadi bagian yang inheren.